CILEGON, LINTASBANTEN.CO.ID – Lantaran hanya menyisakan satu komisioner, Tim Bawaslu RI mengunjungi Bawaslu Kota Cilegon, Minggu (18/6). Kunjungan tersebut dilakukan menyikapi hanya tersisanya satu Komisioner Bawaslu Kota Cilegon yang seharusnya berjumlah tiga orang.
Seperti diketahui saat ini Komisioner Bawaslu Kota Cilegon tinggal menyisakan satu orang yaitu Suryadi. Kedua komisioner yang lain yaitu Siswandi sebagai ketua, meninggal dunia pada Kamis (8/6/23) lalu karena mengidap kanker nasofaring atau tumor ganas yang menyerang tenggorokan. Penyakit diderita Siswandi sejak 2020. Kemudian komisioner lainnya yaitu Urip Haryantoni yang baru saja dilantik sebagai Komisaris KPU Kota Cilegon pada Jum’at (16/6/23) sehingga hanya menyisakan satu orang komisioner.
Komisioner Bawaslu Kota Cilegon Suryadi bersyukur Bawaslu Cilegon dikunjungi Bawaslu RI karena saat ini kondisi Cilegon hanya menyisakan satu komisioner.
“Alhamdulillah tadi Bawaslu Cilegon dikunjungi langsung oleh Bawaslu RI terkait dengan kondisi Cilegon yang tinggal satu komisioner. Langsung jadi perhatian khusus dari Bawaslu RI. Tim Bawaslu RI termasuk pimpinannya Pak Totok Hariyono dan bu Loly Suhenti datang ke Cilegon untuk melakukan verifikasi terkait Pengganti Antar Waktu (PAW) yang tersisa masa jabatan sampai bulan Agustus ini sampai tanggal 15,” kata Suryadi saat dikonfirmasi, Minggu (18/6/2023).
Suryadi mengatakan verifikasi berkas untuk PAW komisioner Bawaslu Kota Cilegon dilakukan terhadap dua orang kandidat yaitu Sihabudin yang sebelumnya menjadi anggota KPU Kota Cilegon dan Akhrom yang sebelumnya pernah menjabat Ketua Panwaslu Kota Cilegon pada Pilkada 2015 silam.
“Jadi dua orang itu yang rencananya nanti yang akan mengisi kekosongan untuk di Cilegon nemenin saya. Kalau pelantikan, tadi tidak menentukan berapa lamanya akan tetapi khusus untuk Cilegon sepertinya akan dipercepat karena di Banten ada 3 kabupaten kota yang memang ditinggal oleh komisionernya Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Nah untuk Cilegon Pak Urip sudah pindah ke KPU Kota Cilegon,” tuturnya.
Dengan hanya menyisakan satu komisioner, Suryadi mengaku untuk mengawasi tahapan Pemilu berjalan tidak efektif.
“Pertama kalau dibilang efektif ya ngga efektif, yang kedua kabupaten kota yang lain lima (komisioner), Cilegon tiga sekarang tinggal satu. Yang jelas kalau dibilang efektif ya ngga efektif, cuma ya karena memang kondisinya seperti ini tahapan juga sudah semakin padat. Alhamdulillah tadi juga langsung dilakukannya verifikasi buat pergantian antar waktu (PAW),” terangnya.
Suryadi mengatakan saat ini pihaknya sedang mengawasi tahapan pemutakhiran daftar pemilih, dan tahapan pencalonan yang informasi dari KPU Kota Cilegon ditanggal 21 Juni akan ada penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kemudian yang kedua pencalonan sedang verifikasi administrasi informasinya sudah selesai. Ditanggal 23 akan ada penyampaian dari KPU Kota Cilegon terkait hasil vermin yang dilakukan. Pencermatannya oleh KPU Kota Cilegon dan pengawasan oleh Bawaslu Kota Cilegon
“Harapannya mudah-mudahan semua tahapan penyelenggaraan Pemilu ini berjalan dengan baik dan lancar sampai menghasilkan pemimpin-pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat,” ujarnya.
“Jadi kami berharap semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam hal kontribusi pengawasan pada seluruh tahapan-tahapan penyelenggaraan Pemilu. Jadi walaupun sudah menjadi tugas kewenangan kami akan tetapi kami juga butuh peran dari masyarakat supaya ikut bersama-sama saling mengawasi setidaknya kalau semua unsur terlibat setidaknya bisa meminimalisir dugaan pelanggaran-pelanggaran Pemilu,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Banten Ali Faisal mengatakan tim Bawaslu RI datang ke Bawaslu Kota Cilegon untuk melakukan verifikasi PAW dikarenakan saat ini hanya tersisa satu komisioner.
“Tadi anggota Bawaslu RI pak Totok Hariyono dan bu Lolly Suhenti telah melakukan penelitian administrasi terhadap dua orang daftar tunggu PAW Bawaslu Kota Cilegon,” singkat Ali Faisal melalui pesan Whatsapp. (boy/red)





