CILEGON, LINTASBANTEN.CO.ID- Taman Layak Anak di Kota Cilegon disebut sebut sebagai taman tidak layak anak.
Pernyataan demikian dilontarkan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, Ali Misri. Dia menilai Taman Layak Anak yang berada di pusat Kota Cilegon itu tidak mencerminkan sebagai taman yang layak anak.
Ali menjelaskan terdapat 3 aspek mengapa taman layak anak di Kota Cilegon sebagai taman tidak layak bagi anak.
Yang pertama, Dia mengamati bahwa fasilitas yang terbengkalai seperti pencahayaan yang redup disebabkan kurangnya perawatan, dan kurangnya fasilitas yang sangat penting dan harus ada seperti tempat untuk ibu menyusui.
“Lingkungan yang ramah dan layak anak berpengaruh bagi perkembangan karakter mereka. Bila anak berada dilingkungan yang baik maka akan dapat memberikan pengaruh yang baik pula bagi perkembangan karakter dan peningkatan berbagai potensi yang dipunyai anak, begitu juga sebaliknya,” terang Ali, Jumat (8/3/2024).
Aspek yang kedua, tingkat keamanan yang sangat rendah di karenakan tidak ada petugas keamanan yang berjaga di siang hari untuk menghindari tindakan kriminal terhadap anak dan di malam hari untuk menghindari penyalahgunaan tempat untuk hal-hal negatif.
“Lingkungan yang tidak baik dan tidak mendukung bagi tumbuh kembang anak juga berdampak yang tidak baik bagi perkembangan karakter dan peningkatan berbagai potensi yang dipunyai anak,” terangnya.
Aspek yang ketiga, tingkat kesehatan anak-anak rendah seperti banyak masyarakat yang meroko, rendahnya tingkat kebersihan yang menyebabkan banyaknya nyamuk.
Selain itu, Ali juga menyayangkan taman layak anak ini dijadikan sebagai tempat peristirahatan bagi tuna wisma. Padahal taman layak anak merupakan lingkungan yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan anak baik secara sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, psikologis dan lainnya yang dibutuhkan anak untuk mengalami tumbuh kembang secara maksimal.
“Saya berharap pemerintah Kota Cilegon lebih memperhatikan lagi kondisi taman layak anak ini agar taman layak anak ini bisa menunjang tumbuh kembang anak dan terhindar dari hal-hal negatif, dan saya berharap taman layak ini menjadi tempat anak-anak atau remaja-remaja bereksplorasi sesuai dengan minat dan bakatnya, menjadi tempat untuk kegiatan edukasi,” pungkasnya. (Nas/red).







