CILEGON,LINTASBANTEN.CO.ID- Ketua Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi), Ibnu Sina menyebut buang air besar sembarangan (BABS) masih menjadi PR utama di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan saat sesi wawancara usai city sanitation summit (CSS) XXII di The Royal Krakatau Hotel Kota Cilegon, Selasa (7/5).
“Cek aja nanti kalau kabupaten kota punya aliran sungai cek ekolinya kalau masih tinggi berarti masyarakat masih buang air besar sembarangan,” paparnya.
Dia juga mengingatkan kepada Kepala Daerah kabupaten kota yang hadir di CS XXII untuk melibatkan banyak pihak agar masyarakat tidak BABS lagi.
“Solusinya adalah buat jamban atau toilet bangunan yang tidak langsung ke perairan dan langsung ke alam tetapi dengan biofilter itun juga pr kota kota di Indonesia,” ujarnya.
Ibnus Sina yang juga Walikota Banjarmasin itu mengintruksikan kepala daerah kabupaten kota untuk memiliki tenaga sanitatrian di setiap puskemasnya.
Petugas sanitarian ini nantinya, untuk melakukan kegiatan pengamatan, pengawasan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka perbaikan kualitas kesehatan lingkungan untuk dapat memelihara, melindungi dan meningkatkan cara-cara hidup bersih dan sehat.
“Masing masing Kabupaten kota memiliki karkakteristik yang berbeda beda tetapi masyarakat juga bisa di berdayakan supaya bisa bergotong royong bikin jamban sehat, edukasi tidak buang sampah sembarangan tidak BABS itu bisa di berdayakan masing masing apakah menggunakan dana Baznas untuk sanitasi atau dana ASN peduli,” tuturnya.
Selain itu, pertemuan CSC XXII Akkopsi di Kota Cilegon ini akan membahas 5 pilar utama yang menjadi isu CSS Akkopsi.
Pertama Stop buang air besar sembarangan, kedua cuci tangan dengan sabun, ketiga pengelolaan air minum, keempat pengelolaan sampah rumah tangga, dan terakhir pengelolaan limbah cair rumah tangga,” tuturnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian menyebut semasa pemerintahannya Ia ingin membangun BUMD khusus penanganan limbah. Namun, tekendala dengan anggaran yang ada
“Kami mau buat BUMND khusus limbah tapi ternyata anggraannya banyak juga untuk mendirikan itu, akhirnya kita lagi memprioritaskan program program kita,” katanya.
Lebih lanjut, Helldy mengatakan akan mengajak peserta CSS XXII Akkopsi untuk mempelajari pengelolaan sampah menjadi bahan energi terbarukan.
“Kita inginmereka berkunjung karena ada peluang midnsetnya hampir sama pasti setiap pemerintahan kalau tidak ada duit tidak mau berjalan, ini yang mau kita ubah mindsetnya,” pungkasnya. (Nas/red)


