Mengintip IPST ASARI Cilegon, Mesin Pengolah 300 Kg Sampah Plastik yang Jadi Ladang Cuan Warga

Mengintip IPST ASARI Cilegon, Mesin Pengolah 300 Kg Sampah Plastik yang Jadi Ladang Cuan Warga

CILEGON, LINTASBANTEN.CO.ID – Persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan besar bagi kota-kota industri di Indonesia, tak terkecuali di Cilegon, Banten. Namun, di tengah kekhawatiran akan penumpukan limbah, muncul sebuah secercah harapan melalui Industri Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) ASARI.

Memanfaatkan momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang diperingati pada Senin (9/3/2026), IPST ASARI memamerkan keberhasilannya dalam mentransformasi sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

IPST ASARI yang difasilitasi oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) kini telah mencatatkan pencapaian signifikan. Fasilitas ini mampu mengolah hingga 300 kilogram sampah plastik setiap harinya.

Langkah ini menjadi krusial mengingat tekanan beban sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung sudah sangat mengkhawatirkan, dengan kiriman sampah mencapai sekitar 200 ton per hari.

Keberadaan IPST ASARI di garda depan solusi hilir pengelolaan sampah ini bukan sekadar upaya menjaga lingkungan, melainkan juga penggerak roda ekonomi bagi masyarakat lokal. Dikelola secara mandiri oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sehati Maju Bersama, inisiatif ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis komunitas adalah kunci keberlanjutan.

Sejak mulai beroperasi pada tahun 2021, program ini telah menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Bukan angka yang kecil, IPST ASARI tercatat telah melibatkan lebih dari 9.200 warga lokal dalam rantai operasionalnya.

Partisipasi masyarakat tersebar mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah plastik menjadi produk akhir yang siap jual.

Aktivitas ini membuka lapangan kerja baru di Cilegon, khususnya melalui tiga lini produk utama: minyak pirolisis yang diberi nama ‘PLUSRI’, cacahan sampah plastik berkualitas tinggi bernama ‘CIRCLO’, serta pengelolaan gudang minyak jelantah.

Transformasi ini mengubah stigma sampah dari barang sisa yang kotor menjadi bahan baku industri yang menguntungkan.

Berdasarkan data kumulatif sejak 2021, IPST ASARI telah berhasil mengelola lebih dari 79.700 kg sampah plastik. Dari total tersebut, sebanyak 32.200 kg telah masuk ke dalam mesin pirolisis untuk dikonversi menjadi lebih dari 26.800 liter minyak PLUSRI.

Produk ini kini menjadi andalan bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah operasional sebagai alternatif bahan bakar, yang secara langsung menekan biaya produksi mereka.

Ketua IPST ASARI, Murad M. Yasin menjelaskan, keberadaan IPST ASARI tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Melalui keterlibatan langsung dalam proses pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, masyarakat dapat memperoleh penghasilan tambahan sekaligus menciptakan peluang usaha bagi masyarakat lokal,” jelas Murad.

Keberhasilan IPST ASARI tidak terlepas dari dukungan teknologi yang disediakan oleh sektor swasta. Chandra Asri Group berperan aktif dalam menyediakan fasilitas mesin yang mampu mengoptimalkan pemrosesan plastik.

Hal ini memberikan nilai tambah bagi para pekerja karena mereka tidak hanya bekerja sebagai pengumpul sampah konvensional, tetapi juga teknisi yang memahami proses sirkularitas plastik.

Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, Nicko Setyabudi menyampaikan, IPST ASARI merupakan salah satu upaya Chandra Asri Group dalam mendorong kolaborasi untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Kami memfasilitasi pengembangan keahlian bagi para pekerja di IPST ASARI serta menyediakan dukungan teknologi mesin yang membantu mengoptimalkan proses pengolahan sampah plastik. Ke depan, IPST ASARI diharapkan dapat menjadi contoh praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat,” ungkap Nicko.

Peringatan HPSN 2026 ini diharapkan menjadi titik balik bagi daerah lain di Indonesia untuk mereplikasi kesuksesan IPST ASARI. Dengan kapasitas pengolahan yang terus meningkat dan integrasi ke pasar UMKM, solusi ini tidak hanya memperpanjang umur TPSA Bagendung tetapi juga menciptakan ekosistem hijau yang tangguh di Kota Cilegon.

Komitmen berkelanjutan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara industri, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus perut yang kenyang. (luq)