HAIS Tebar Dividen Rp9,95 Per Saham, Intip Potensi Yield dan Strategi Ekspansi Hasnur Internasional Shipping

LINTASBANTEN.CO.ID – Kabar gembira menghampiri para investor pasar modal, khususnya pemegang saham emiten logistik maritim PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS).

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 10 Maret 2026, perseroan secara resmi menyepakati pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025.

Langkah ini mempertegas posisi HAIS sebagai salah satu emiten yang konsisten memberikan penghargaan kepada para pemegang sahamnya di tengah dinamika industri perkapalan nasional.

Dalam keputusan rapat tersebut, HAIS akan menebar dividen total sebesar Rp26,1 miliar. Jika dikonversikan ke dalam satuan saham, setiap pemegang satu lembar saham HAIS akan mendapatkan jatah dividen sebesar Rp9,95.

Angka ini mewakili rasio pembayaran dividensebesar 30 persen dari total laba bersih yang berhasil dikantongi perusahaan sepanjang tahun 2025.

Jika kita melihat harga penutupan saham HAIS pada perdagangan Rabu (11/3/2026) yang bertengger di level Rp208 per saham, maka potensi imbal hasil atau menghasilkan dividen yang bisa diperoleh mencapai sekitar 4,78 persen.

Angka ini berada di atas rata-rata bunga deposito perbankan saat ini, sehingga menjadikan HAIS sebagai opsi menarik bagi mereka yang ingin melakukan diversifikasi portofolio di sektor infrastruktur dan logistik.

Sepanjang tahun 2025 sendiri, HAIS membukukan kinerja keuangan yang cukup solid dengan raihan laba bersih sebesar Rp87,1 miliar.

Meskipun membagikan dividen, manajemen HAIS tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjaga likuiditas perusahaan. Sebesar 70 persen dari laba bersih, atau sekitar Rp60,9 miliar, ditetapkan sebagai laba ditahan.

Dana segar ini dipersiapkan secara khusus untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus menjadi modal utama dalam menopang rencana pengembangan usaha di masa depan.

Industri transportasi laut, terutama yang fokus pada komoditas seperti batu bara, memang tidak lepas dari berbagai kendala eksternal.

Direktur Utama HAIS, Jayanti Sari, dalam penjelasannya menyebutkan bahwa ketangguhan perusahaan diuji oleh kondisi pasar global yang fluktuatif serta faktor alam yang sulit diprediksi.

“Fluktuasi harga batu bara global dan tantangan cuaca turut mempengaruhi aktivitas pengangkutan komoditas. Namun di tengah tantangan tersebut, perseroan tetap mampu menjaga kinerja yang sehat dan disiplin dalam pengelolaan operasional maupun keuangan,” ujar sang Dirut dalam keterangan resmi usai RUPST.

Tantangan cuaca menjadi faktor krusial bagi HAIS mengingat operasional mereka sangat bergantung pada armada kapal penarik (kapal tuna) dan tongkang (tongkang).

Dinamika cuaca ekstrem di perairan Indonesia seringkali menghambat proses memuat dan membongkar komoditas, yang secara langsung berdampak pada efisiensi pemanfaatan armada.

Namun, dengan disiplin pengelolaan keuangan yang ketat, HAIS terbukti mampu mempertahankan margin laba yang cukup untuk tetap bisa berbagi keuntungan dengan pemegang saham.

Menghadapi tahun 2026, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk tidak hanya sekedar bertahan di zona nyaman. Perseroan telah menyusun strategi jangka menengah untuk memperkuat ketahanan bisnisnya di sektor logistik maritim.

Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi operasional guna menekan biaya yang tidak perlu, serta melakukan optimalisasi tingkat utilisasi armada agar setiap kapal dapat bekerja secara maksimal.

Selain fokus pada pengangkutan batu bara yang menjadi tulang punggung selama ini, HAIS juga berencana memperluas cakupan layanan logistik maritim mereka.

Diversifikasi komoditas komoditas lain menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis sektor saja.

Dengan infrastruktur laut yang semakin membaik di berbagai kota besar di Indonesia, HAIS optimistis kebutuhan transportasi laut akan terus tumbuh seiring dengan geliat perekonomian nasional.

Hingga saat ini, para investor masih perlu menunggu pengumuman lebih lanjut mengenai jadwal resmi pembagian dividen ini.

Perseroan belum merilis rincian tanggal cum (batas terakhir memiliki saham untuk mendapatkan dividen) dan tanggal pasti pembayaran ke rekening dana nasabah masing-masing investor.

Informasi tersebut akan dipublikasikan melalui kanal resmi Bursa Efek Indonesia dan situs perusahaan dalam waktu dekat. Bagi Anda yang mengincar dividen ini, pastikan untuk terus memadukan pergerakan harga saham dan pengumuman resmi agar tidak kehilangan momentum yang menguntungkan ini. (luq)