LINTASBANTEN.CO.ID – Warga Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon menerima bantuan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Bantuan ini diberikan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0623 Cilegon. Pembangunan yang dimulai pada Rabu 29 April 2026 tersebut difokuskan pada wilayah dengan kondisi geografis dataran tinggi yang selama ini mengalami kesulitan akses air bersih. Minimnya fasilitas MCK di rumah warga juga menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami bangun sebanyak 5 titik MCK di sini. Semoga fasilitas ini benar-benar bermanfaat dan meringankan kebutuhan sehari-hari warga. Kedepannya apabila masih ada kebutuhan lain, kami akan terus memprogramkan pembangunan serupa. Nantinya usulan juga akan kami terima langsung melalui pengurus RT dan RW setempat,” ujar salah seorang perwakilan pelaksana kegiatan, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, selama ini, warga Tembulun harus menghadapi keterbatasan air bersih meski terdapat sumber mata air yang lokasinya cukup jauh dari permukiman. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak mudah.
Babinsa Kelurahan Mekarsari, Serma Ujang Sujai, menyampaikan, keberadaan fasilitas MCK sangat penting bagi masyarakat, tidak hanya untuk kebutuhan dasar tetapi juga untuk menjaga kesehatan lingkungan.
“MCK ini benar-benar dibutuhkan warga. Selain menjadi kebutuhan dasar dalam kehidupan, fasilitas ini juga berfungsi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan maupun warga itu sendiri,” katanya
Salah satu penerima bantuan. Yeni mengaku bersyukur adanya bantuan fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) tersebut. Yeni mengaku, selama bertahun-tahun harus bergantung pada fasilitas milik tetangga dan menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air.
“Kami sangat senang dan bersyukur sekali mendapat bantuan ini dari Bapak-bapak TNI, terima kasih banyak. Selama 6 tahun tinggal di sini, saya dan keluarga biasanya harus menggunakan fasilitas milik tetangga. Air pun sulit didapat, kami harus berjalan sejauh 3 kilometer untuk mengambilnya sendiri,” tutupnya. (luq)







