LINTASBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon kini tengah berada di ambang keputusan penting terkait arah kebijakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Teka-teki mengenai siapa yang akan mengisi kursi Komisaris Independen PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dijadwalkan akan terungkap pada Jumat, 12 Juni 2026.
Keputusan ini berada sepenuhnya di tangan Walikota Cilegon, Robinsar, yang akan menyerahkan hasil pilihannya kepada Panitia Seleksi (Pansel) untuk segera ditetapkan dalam rapat pleno.
Langkah cepat ini diambil bukan tanpa alasan. Pengisian jabatan strategis di PT PCM dianggap sebagai momentum krusial untuk memacu performa perusahaan, terutama saat memasuki kuartal ketiga tahun anggaran 2026. Persaingan ketat terjadi di antara enam kandidat terbaik yang telah mengikuti tahapan seleksi hingga babak akhir.
Anggota Pansel Komisaris Independen PT PCM, Syaeful Bahri, mengungkapkan bahwa dari enam besar kandidat tersebut, hanya dua orang yang akan terpilih untuk mengemban amanah sebagai pengawas independen. Kepastian mengenai waktu pengumuman ini didapat langsung setelah berkoordinasi dengan Walikota Robinsar pada Selasa, 9 Juni 2026.
“Tidak lama jika pak wali sudah memutuskan, karena ketua pansel sudah menjelaskan, tadi ditanya ada deadline tidak, itu tergantung kebutuhan pak wali, jika ingin peningkatan kinerja di kuartal tiga maka segera, kalau kata pak wali semoga Jumat hasilnya diserahkan ke Pansel, jadi bocorannya itu Jumat,” katanya.
Proses seleksi Komisaris Independen kali ini menonjolkan sisi keterbukaan. Syaeful menjelaskan bahwa dalam tahapan wawancara, Pansel memberikan ruang bagi para peserta untuk menentukan sendiri urutan presentasi mereka. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif dan menjunjung nilai demokrasi di lingkungan birokrasi dan BUMD.
“Kami menyampaikan penjelasan, kepada 6 calon komisaris, kita buka ruang demokrasi untuk siapa yang melakukan wawancara pertama, itu dikembalikan kepada peserta, kita sampaikan juga waktu durasi menjadi otoritas pemegang saham, jadi jika 3 menit merasa cukup boleh, jika lebih lama juga diperbolehkan,” jelasnya.
Otoritas penuh Walikota sebagai pemegang saham mayoritas menjadi kunci utama dalam menentukan figur yang paling tepat. Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menegaskan bahwa Walikota akan melakukan pendalaman secara personal terhadap para kandidat. Fokus utama penilaian meliputi rekam jejak pengalaman serta pertimbangan dari tim pakar yang telah dibentuk.
Mengenai ritme kerja Walikota dalam mengambil keputusan, Aziz memastikan bahwa semua berjalan sesuai dengan koridor profesionalisme tanpa adanya tekanan dari pihak luar. “Tidak bisa memaksa Pak Wali,” jelasnya secara singkat.
Salah satu figur yang menarik perhatian dalam bursa calon komisaris kali ini adalah Ratu Ati Marliati. Mantan petinggi di Cilegon ini ikut serta dalam proses seleksi dan telah menjalani sesi wawancara langsung dengan Walikota Robinsar di Rumah Dinas Walikota.
Dalam keterangannya usai wawancara, Ratu Ati menekankan bahwa proses diskusi berjalan mengalir tanpa ketegangan politik, meski dirinya dikenal sebagai tokoh partai.
Ia menekankan pentingnya profesionalitas dalam memajukan PT PCM, terutama terkait target-target besar yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon.
“Nggak, yang gugup siapa ibu atau apa pak wali, nggak dua-duanya nyaman-nyaman saja, kan kita profesional saja, kan lepas dari partai,” katanya.
Visi besar PT PCM ke depan adalah mewujudkan Pelabuhan Warnasari sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Cilegon. Ratu Ati menilai peran komisaris sangat vital sebagai pemberi arah dan saran strategis bagi direksi selaku pelaksana teknis di lapangan. Fokus pada RPJMD menjadi harga mati bagi siapapun yang terpilih nantinya.
“Paling penting target di RPJMD ada, maka itu yang harus diwujudkan. Karena komisaris itu sumbang saran bukan pelaksana teknis. Jadi kita sumbang saran sesuai dengan hasil RUPS juga,” paparnya.
Ratu Ati juga menyatakan kesiapannya untuk kembali berkontribusi bagi pembangunan Cilegon dari dalam sistem jika diberikan amanah. “Kalau ibu terpilih Alhamdulillah, berarti diberikan kepercayaan kembali. Tentu ada beberapa skala prioritas yang diupayakan, karena beberapa tahun ini ibu tidak didalam tapi memotret dari luar,” tandasnya.
Setelah hasil pleno Pansel keluar berdasarkan pilihan Walikota pada Jumat mendatang, proses administrasi tidak berhenti di sana. Nama-nama terpilih akan dibawa ke ranah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk pengangkatan secara resmi.
Mekanisme ini memastikan bahwa penetapan pejabat BUMD dilakukan secara prosedural dan sesuai dengan regulasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Ahmad Aziz Setia Ade Putra menambahkan bahwa publik akan segera mengetahui hasil akhirnya setelah seluruh proses internal tuntas. “Itu nanti akan dilakukan dalam RUPS pengangkatannya. Namun, pengumuman akan disampaikan setelah pleno,” ucapnya. (luq)




