JAKARTA, LINTASBANTEN.CO.ID – Pergerakan pasar modal Indonesia kembali menunjukkan kinerja yang sangat mengesankan dan memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi perdagangan II pada hari Senin (23/2/2026) dengan posisi kokoh di zona hijau.
Kenaikan yang dicatatkan tidak tanggung-tanggung, indeks melesat tajam sebesar 124,31 poin atau setara dengan 1,50 persen, membawa IHSG parkir di level 8.396,08.
Kenaikan sebesar 1,50 persen dalam satu hari perdagangan mewakili dorongan optimisme yang masif di lantai bursa.
Dominasi zona hijau ini tergambar jelas dari rincian pergerakan saham yang menawarkan hingga sore hari ini.
Tercatat sebanyak 484 saham berhasil menguat dan memimpin laju indeks, berbanding jauh dengan hanya 227 saham yang mengalami pelemahan, sementara 247 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Tingginya antusiasme pasar juga tercermin pada kuatnya likuiditas data dan aktivitas transaksi. Frekuensi saham yang ditransaksikan sepanjang hari ini menyentuh angka yang sangat fantastis, yakni sebanyak 2,970 juta kali.
Dari jutaan frekuensi transaksi tersebut, total volume perdagangan yang beredar di pasar mencapai 46,07 miliar lembar saham. Perputaran volume yang masif ini menghasilkan total nilai transaksi yang sangat jumbo, yaitu senilai Rp23,84 triliun.
Lonjakan aktivitas ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar secara keseluruhan yang kini menembus angka Rp15.145 triliun, sebuah pencapaian yang mencerminkan besarnya likuiditas yang mengalir di pasar modal.
Hal yang paling menarik perhatian dari perdagangan hari ini adalah kinerja indeks sektoral. Seluruh indeks sektoral tanpa kecuali berhasil berada di zona hijau.
Kondisi di mana seluruh sektor kompak menguat merupakan indikator kuat bahwa aksi beli terjadi secara merata di berbagai lini industri, memberikan keuntungan bagi portofolio para investor tanpa memandang sektor spesifik yang mereka pegang.
Di tengah pergerakan pasar yang sangat bergairah ini, sejumlah saham berhasil mencuri panggung utama dengan masuk ke dalam jajaran peraih keuntungan terbesar atau saham dengan penguatan tertinggi.
Posisi puncak dipimpin oleh saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) yang harganya terbang meroket hingga 34,72 persen, ditutup pada level harga Rp194 per lembar saham.
Menyusul di belakangnya, saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) juga mencatatkan apresiasi harga yang luar biasa dengan kenaikan sebesar 27 persen dan berakhir di posisi Rp127.
Tidak, emiten perbankan PT Bank Mega Tbk (MEGA) ikut menunjukkan gigi dengan harga saham yang menanjak signifikan sebesar 24,77 persen, mengantarkannya ke level harga Rp4.130.
Kendati pasar umum sedang berpesta dengan rona hijau, dinamika bursa tetap menyisakan ruang pelemahan bagi sebagian emiten.
Di sisi lain spektrum perdagangan, terdapat deretan saham yang harus rela masuk ke dalam daftar pecundang terbesar karena mengalami koreksi harga yang cukup dalam.
Saham PT Indospring Tbk (INDS) menjadi salah satu yang paling tertekan dengan penurunan sebesar 14,75 persen, menyeretnya turun ke level Rp2.080. Kondisi serupa juga dialami oleh saham PT Hillcon Tbk (HILL) yang harganya merosot tajam sebesar 13,79 persen hingga tersungkur ke level Rp50.
Selain itu, saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) juga mencatatkan rapor merah melemah sebesar 10,88 persen dan ditutup pada harga Rp1.925. (luq)




