Oleh :
Rohmawati
Ketua Umum Kohati Cabang Cilegon
Sejarah ditetapkan nya hari ibu Dilansir dari buku Ikrar para pejuang pada Kongres Perempuan Indonesia pertama tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta merupakan tonggak sejarah puncak perjuangan kaum perempuan, dan Kongres Perempuan yang ketiga tahun 1938 sejak saat itu ditetapkan sebagai Hari Ibu.
Mother’s Day dulu ditafsirkan secara konservatif untuk berterima kasih kepada ibu yang sudah bekerja keras untuk mengasuh dan mengurus keluarga.
Perempuan yang memiliki 4 peran sebagai anak istri ibu dan anggota masyarakat sering kali di marginalisasi kan, sumur dapur kasur/ ranah domestik tidak adanya (keseimbangan gender) padahal kudratnya perempuan itu mengandung melahirkan dan menyusui
Tetapi perayaan Hari Ibu kini dimaknai lebih luas dan bukan hanya ibu dalam pengertian yang sederhana, tetapi Mother’s Day juga menghormati kontribusi perempuan yang telah memelihara masyarakat, negara, dan dunia yang lebih besar.
Selamat Hari ibu untuk seluruh perempuan di dunia, untuk calon ibu, untuk ibu yang sedang berjuang dengan segala keterbatasan. Tetaplah berjuang terus menginspirasi dan memotivasi orang sekitar dengan kasih sayang.







