Cek Kesehatan Gratis di Cilegon Temukan Banyak Kasus Hipertensi dan Diabetes

Cek Kesehatan Gratis di Cilegon Temukan Banyak Kasus Hipertensi dan Diabetes
Gubernur Banten, Andra Soni saat meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di Gedung Cilegon Creative Center, Kota Cilegon, Jumat (2/10/2026). (Foto luqman/lintasbanten.co.id

LINTASBANTEN.CO.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Cilegon tidak hanya menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga membantu pemerintah melihat penyakit yang banyak ditemukan di tengah masyarakat.

Gubernur Banten, Andra Soni mengungkapkan, hipertensi dan diabetes menjadi dua penyakit yang paling dominan ditemukan dari masyarakat yang mengikuti program tersebut di Cilegon.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di Gedung Cilegon Creative Center, Kota Cilegon, Jumat (2/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, Andra Soni didampingi Wali Kota Cilegon Robinsar serta sejumlah pejabat pemerintahan.

Menurut Andra Soni, hingga saat ini sekitar 252 ribu warga Cilegon atau 52 persen telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis.

“Seperti biasa kami masih menemukan di Cilegon, pertama adalah kaitan dengan hipertensi dan kedua kaitan dengan diabetes. Dua hal ini bisa menyebabkan komplikasi,” ujar Andra Soni kepada awak media.

Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan. Pasalnya, hipertensi dan diabetes merupakan kondisi yang membutuhkan pemantauan agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Andra Soni mengatakan pemerintah juga menyediakan obat bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan setelah menjalani pemeriksaan. Masyarakat dapat kembali melakukan kontrol apabila obat yang diberikan telah habis.

“Oleh karena itu disini ada obat, yang kemudian bilamana obatnya habis, masyarakat bisa kontrol lagi ke puskesmas terdekat,” terangnya.

Andra Soni menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan adanya peningkatan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Ia menyebut jumlah masyarakat yang mengikuti program tersebut terus mengalami peningkatan. Secara keseluruhan di Provinsi Banten, sepanjang 2026 tercatat 7,2 juta lebih warga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan.

“Terlihat dari angkanya, 7,2 juta lebih warga Banten telah memeriksakan kesehatannya selama periode 2026. Dan perkiraan kami ini bisa sampai 8 juta warga masyarakat memeriksakan kesehatannya,” paparnya.

Menurut Andra Soni, masyarakat perlu memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Pemeriksaan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan sehingga masyarakat dapat memperoleh tindak lanjut apabila ditemukan masalah kesehatan.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan program Cek Kesehatan Gratis memberikan manfaat bagi masyarakat karena warga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan.

Ia menyebut partisipasi masyarakat Cilegon dalam program tersebut saat ini telah mencapai 52 persen. Pemerintah Kota Cilegon akan terus mendorong agar cakupan pemeriksaan tersebut meningkat.

“Tentunya program ini banyak manfaatnya, cek darah, tensi gula. Imbauan saya kepada masyarakat Cilegon yang ingin memeriksakan, silakan periksa ke puskesmas terdekat. Karena kami terus mengejar target alhamdulillah Cilegon telah mencapai 52 persen, diatas rata-rata nasional. Itu akan terus kita tingkatkan,” tandasnya. (luq)