LINTASBANTEN.CO.ID – Bakat seni dan kecintaan terhadap budaya Indonesia mengantarkan Quinesha Sandrina Kusumah, penari cilik asal Kota Cilegon, meraih sejumlah penghargaan dalam ajang PEARL Folk and Cultural Heritage Festival 2026 di Pattaya, Thailand.
Murid SD Islam Al Azhar 40 Cilegon berusia 11 tahun tersebut mengikuti festival seni dan budaya internasional yang berlangsung pada 27 September hingga 3 Oktober 2026. Dalam ajang itu, Quinesha memperoleh empat sertifikat penghargaan yang menjadi bagian dari pengalaman berkompetisi di tingkat internasional.
Salah satu penghargaan yang diraihnya adalah World Golden Award 2026 dari PEARL Association. Ia juga menerima sertifikat Legacy of Past & Brilliance of The World dengan penilaian outstanding excellent, serta World Cultural Heritage Conservation Award 2026.
Selain penghargaan tersebut, Quinesha juga mendapatkan sertifikat CID (Certification International of Dance) atas penampilannya dalam kategori modeling. Menurut ibunya, Eti Kurniawati, sertifikat itu tidak langsung diterima setelah penampilan berlangsung.
Pencapaian Quinesha tidak terlepas dari persiapan dan pengalaman yang dibangunnya sejak kecil. Sebelum tampil di Thailand, ia telah mengikuti berbagai kompetisi menari, mulai dari tingkat kota hingga nasional.
Ibunda Quinesha, Eti Kurniawati, mengatakan keikutsertaan putrinya dalam festival tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman di panggung internasional.
“Alhamdulillah, ketiganya dijadikan kesempatan oleh Quinesha untuk menunjukkan kemampuan, karakter, kreativitas, serta kecintaannya terhadap seni dan budaya Indonesia,” ujar Eti.
Dalam festival tersebut, Quinesha menampilkan dua tarian dan satu pertunjukan modeling. Ketiga penampilan itu menjadi kesempatan baginya untuk memperlihatkan kemampuan di bidang seni pertunjukan dengan karakter yang berbeda.
Pada penampilan pertama, Quinesha membawakan Tari Jaipong Wanoja Jawara karya Rossys Entertainment. Tarian tersebut ditampilkan dengan gerakan enerjik dan ekspresif yang merepresentasikan kekayaan seni tradisional Indonesia.
“Untuk penampilan yang kedua Quinesha membawakan tarian kontemporer yang berjudul Wani Nusantara yang juga diciptakan oleh Rossys Entertainment. Tarian ini menggabungkan kekuatan gerak, ekspresi, kreativitas, dan sentuhan modern sehingga memperlihatkan kemampuan Quinesha mengeksplorasi berbagai karakter dan bakatnya dalam seni pertunjukan,” papar Eti.
Melalui Tari Wani Nusantara, Quinesha mengeksplorasi perpaduan gerakan dan ekspresi kontemporer. Penampilan tersebut melengkapi pertunjukan tari tradisional yang dibawakannya sebelumnya.
Pada penampilan ketiga, Quinesha menunjukkan kemampuan modeling dengan berjalan di atas catwalk. Ia tampil percaya diri dan anggun di hadapan penonton festival.
“Performa Quinesha dalam modeling menunjukkan jika dirinya memiliki kemampuan yang tidak hanya terbatas pada seni tari, tetapi juga mampu tampil layaknya bintang model muda di panggung internasional. Kami sangat bangga. Atas penampilannya ini Quinesha juga mendapatkan sertifikat penghargaan CID (Certification International of Dance) tapi tidak langsung diterima,” terangnya.
Bagi keluarga Quinesha, pencapaian di Thailand bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Dukungan orang tua dan pengalaman mengikuti kompetisi sejak dini menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya ke panggung internasional.
Eti mengatakan dirinya dan suami, Asep Koswara, berupaya memberikan ruang bagi putrinya untuk mengembangkan bakat yang dimiliki. Salah satunya dengan mencari informasi mengenai festival dan kompetisi seni budaya di luar negeri.
“Kami sebagai orang tua sangat mendukung bakat yang dimiliki anak kami. Quinesha dari kecil sering ikut kompetisi menari mulai dari tingkat kota hingga tingkat nasional. Dan Alhamdulillah sering juara dan dapat penghargaan. Makanya kami coba untuk mengukir pengalamannya di tingkat internasional,” ujarnya.
Menurut Eti, keikutsertaan Quinesha dalam festival di Thailand juga melalui proses pendaftaran yang telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Keluarga kemudian menerima surat undangan dari panitia atas nama Quinesha untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Festival yang di Thailand ini sebenarnya sudah kami daftarkan sejak tahun lalu dan Alhamdulillah dibalas oleh panitia dengan mengirimkan surat undangan langsung atas nama Quinesha untuk ikut tampil berkompetisi,” katanya.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Quinesha untuk terus mengembangkan kemampuan tari dan seni pertunjukan. Eti mengungkapkan, keluarga berencana mencari kesempatan mengikuti kompetisi internasional lainnya agar putrinya dapat memperoleh pengalaman baru.
“In syaa Allah kami akan coba daftarkan di Jepang atau Korea. Semoga semuanya lancar dan sesuai keinginan Quinesha,” pungkasnya.
Di tengah pencapaian yang diraihnya, Quinesha menyadari pentingnya latihan dan kedisiplinan untuk meningkatkan kemampuan. Baginya, tampil di festival internasional bukan hanya tentang memperoleh penghargaan, tetapi juga kesempatan memperkenalkan budaya Indonesia melalui seni pertunjukan.
“Saya terus berlatih dengan keras dan disiplin dengan harapan bisa tampil dengan baik dan membanggakan semua orang dengan hasil yang terbaik,” ujar Quinesha.
Melalui tarian, musik, kostum, dan penampilan yang dibawakan, Quinesha berkesempatan menunjukkan kekayaan seni Indonesia kepada penonton dari berbagai latar belakang.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Quinesha, keluarga, serta lingkungan yang mendukung pengembangan bakatnya, termasuk Rossys Entertainment.
Perjalanan penari cilik asal Cilegon ini menunjukkan bahwa pengembangan bakat membutuhkan proses, latihan, kedisiplinan, dan dukungan lingkungan. Pengalaman berkompetisi sejak tingkat lokal hingga internasional juga memberinya ruang untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
Dengan bekal pengalaman dari Thailand, Quinesha berharap dapat terus berlatih dan mengikuti ajang seni budaya lainnya. Ia pun berpeluang memperluas pengalaman di panggung internasional sekaligus memperkenalkan seni Indonesia melalui bakat yang dimilikinya. (luq)







