Kapolres Cilegon Berangkatkan 9 Orang Umrah, Petugas Kebersihan Ikut Mendapat Penghargaan

Kapolres Cilegon Berangkatkan 9 Orang Umrah, Petugas Kebersihan Ikut Mendapat Penghargaan
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi saat diwawancarai awak media. (Foto luqman/lintasbanten.co.id)

LINTASBANTEN.CO.ID – Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi memberikan apresiasi kepada personel kepolisian dan masyarakat melalui program pemberangkatan ibadah umrah. Selama belum genap tiga bulan menjabat, sebanyak sembilan orang telah masuk dalam program tersebut, termasuk seorang petugas kebersihan di lingkungan Polres Cilegon.

Program ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi penerima, baik dalam menjalankan tugas kepolisian maupun membantu aktivitas di lingkungan Polres Cilegon.

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Cilegon, Kompol Entang Cahyadi, mengatakan program pemberangkatan umrah tersebut merupakan inisiatif pribadi Kapolres sejak awal menjabat. Pelaksanaannya melibatkan proses pertimbangan untuk menentukan personel yang dinilai layak menerima penghargaan.

“Memang ini program Bapak Kapolres sejak beliau menjabat. Dari hati nurani beliau memang sudah berniat untuk memberangkatkan umrah. Kemudian beliau menugaskan kami bersama Wakapolres untuk melakukan pertimbangan terhadap personel yang akan diberangkatkan,” ujar Entang saat didampingi oleh Wakapolres Cilegon KOMPOL Ridzky Salatun.

Entang menjelaskan, pada Oktober 2026 terdapat lima orang yang masuk dalam program pemberangkatan umrah. Mereka terdiri atas empat personel Polri dan satu orang masyarakat yang sehari-hari membantu membersihkan lingkungan Polres Cilegon.

Empat personel kepolisian tersebut meliputi satu kapolsek, dua Bhabinkamtibmas, serta satu personel yang bertugas di lingkungan Bagian SDM Polres Cilegon.

Sementara itu, pada tahap sebelumnya, program serupa telah diberikan kepada empat personel melalui dua tahap pemberangkatan. Dengan demikian, total penerima program selama masa kepemimpinan AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi tercatat sembilan orang.

“Yang pertama dua orang, kemudian tiga orang, dan sekarang lima orang. Jadi selama belum tiga bulan beliau menjabat, sudah 9 orang,” jelasnya.

Entang menegaskan, pemberian penghargaan berupa ibadah umrah kepada personel kepolisian dilakukan melalui proses penilaian. Sejumlah indikator digunakan untuk melihat dedikasi dan keaktifan anggota dalam menjalankan tugas.

Khusus bagi Bhabinkamtibmas, penilaian antara lain mencakup keaktifan dalam pelaporan kegiatan, pelaksanaan program Kapolri maupun Kapolda, kegiatan Jumat Keliling dan Subuh Keliling, serta sambang atau kunjungan kepada masyarakat.

“Untuk Bhabinkamtibmas, indikatornya antara lain keaktifan pengisian laporan, program Kapolri maupun Kapolda, Jumat Keliling, Subuh Keliling, dan keaktifan sambang kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Entang, proses penentuan penerima tidak hanya dilakukan oleh Bagian SDM. Penilaian awal dilakukan oleh kepala satuan atau kapolsek yang membawahi personel, sebelum nama yang diusulkan dibahas melalui mekanisme Dewan Pertimbangan Karier (Wanjak).

Tim Wanjak tersebut dipimpin Wakapolres Cilegon KOMPOL Ridzky Salatun. Hasil pertimbangan kemudian menjadi bahan bagi Kapolres untuk menentukan penerima penghargaan.

“Yang menilai itu masing-masing Kasat dan Kapolseknya. Kemudian diajukan kepada kami di SDM untuk diakomodir dan dilakukan Wanjak yang dipimpin Wakapolres. Jadi bukan semata-mata Bagian SDM yang menentukan,” tegas Entang. (luq)