LINTASBANTEN.CO.ID – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Serang mendorong Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Serang menggelar shalat Istisqa, Minggu (13/9/2026).
Pengurus, kader, dan warga sekitar bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah segera berakhir.
Shalat Istisqa digelar di halaman Kantor DPTD PKS Kabupaten Serang dan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Ustaz Ma’mun bertindak sebagai imam, sedangkan khutbah disampaikan Prof. Dr. Muhammad Mukhsin.
Ketua DPTD PKS Kabupaten Serang, Oka Imran, mengatakan pelaksanaan shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar sekaligus pengingat agar masyarakat tidak hanya berupaya secara lahiriah, tetapi juga memohon pertolongan Allah SWT dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Menurut Oka, kemarau yang berlangsung cukup panjang saat ini semakin terasa dampaknya bagi masyarakat.
Kondisi tersebut juga diperberat oleh sejumlah bencana alam, termasuk erupsi Anak Gunung Krakatau pada 4 September 2026 lalu.
“Situasi ini mengingatkan kita untuk senantiasa berharap kepada Allah SWT sebagai penguasa alam semesta. Dampaknya benar-benar terasa bagi masyarakat,” kata Oka.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan saat ini juga diwarnai debu yang bercampur antara debu jalanan dan abu vulkanik. Keadaan tersebut, kata dia, semakin membuat masyarakat merasakan dampak dari kondisi alam yang terjadi.
Karena itu, Oka berharap shalat Istisqa menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat doa dan ikhtiar agar kemarau panjang segera berakhir.
“Kita berharap kemarau panjang yang sudah berlangsung cukup lama ini segera selesai dengan datangnya musim hujan yang membawa keberkahan,” ujarnya.
Shalat Istisqa sendiri merupakan ibadah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika suatu daerah mengalami kekeringan atau kemarau panjang.
Pelaksanaannya menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika ketersediaan air mulai terganggu dan kebutuhan masyarakat terhadap hujan semakin mendesak.
Sementara itu Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Operasi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sekaligus khatib shalat istisqa, Prof. Moh. Mukhsin menyampaikan bahwa memperbanyak istigfar atau memohon ampun menjadi wasilah turunnya hujan.
“Kita mengetuk pintu langit supaya Allah segera menurunkan hujan yang membawa berkah dan rahmat. Mudah-mudahan kondisi kemarau yang menyebabkan kekeringan di mana-mana ini segera berakhir,” kata Agus.
Terkait hal ini, Mukhsin mengutip dalil dari Quran, surat Nuh ayat 10 dan 11. Dua ayat Allah menyuruh umat manusia untuk memohon ampun kepada-Nya, dengan meminta ampun, Allah akan menurunkan hujan yang lebat ke muka bumi.
“Di tengah keterbatasan air dan kondisi lingkungan yang memprihatinkan, doa bersama diharapkan menjadi penguat harapan agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Serang,” ucap Mukhsin.
Mukhsin. juga mengingatkan agar hujan yang nantinya turun benar-benar menjadi rahmat dan membawa berkah bagi masyarakat, bukan malah sebaliknya.
“Kita berharap hujan yang turun membawa rahmat dan berkah, bukan menjadi musibah,” tuturnya.
Pelaksanaan shalat Istisqa tersebut menjadi bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau panjang yang berdampak pada kehidupan masyarakat. (luq)







