LINTASBANTEN.CO.ID – Pelayanan rawat jalan di RSUD Cilegon melayani sekitar 200 hingga 300 pasien setiap hari. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan peserta BPJS Kesehatan, sementara pasien umum hanya sebagian kecil.
Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUD Cilegon, dr Rose Morisca Baharuddin, mengatakan pasien yang berobat melalui layanan rawat jalan terbagi menjadi dua kategori, yakni peserta BPJS dan pasien umum.
“Rata-rata sehari itu sekitar 200-300 pasien,” ujarnya saat ditemui di RSUD Cilegon, Selasa (29/9/2026).
Untuk pasien BPJS, pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (MJKN) maupun secara langsung atau onsite di RSUD Cilegon.
Rose menjelaskan, penggunaan MJKN dapat membantu pasien mengetahui jadwal kedatangan sekaligus menyesuaikan waktu dengan jadwal dokter yang dituju.
“Jadi semua pasien BPJS wajib punya aplikasi MJKN untuk daftar setelah mendaftar melalui MJKN akan tertera untuk kedatangannya di tanggal berapa dan di jam berapa,” ujarnya.
Setelah melakukan pendaftaran melalui MJKN, pasien dapat menunjukkan hasil pendaftaran kepada petugas registrasi. Selanjutnya, petugas akan memberikan barcode registrasi yang digunakan pasien untuk melanjutkan proses pelayanan di poli tujuan, apotek maupun layanan penunjang seperti radiologi dan laboratorium.
Menurut Rose, penggunaan MJKN juga dapat membantu mengurangi waktu tunggu pasien. Pasalnya, pasien dapat menyesuaikan waktu kedatangan dengan jadwal dokter yang tersedia.
“Sebaiknya pakai MJKN tetapi ada pasien-pasien yang tidak punya handphone android masih pakai hanpdpone jadul atau tidak menggunakan handphone itu onsite,” katanya.
Sementara itu, pasien umum juga memiliki dua pilihan pendaftaran, yakni secara online melalui WhatsApp (WA) dan pendaftaran secara langsung atau onsite.
“Kalau pasien umum di kita jarang banget perbandingannya itu bisa 90 berbanding 10 persen. Pasien umum 10 persen sisanya 90 persen pasien BPJS,” tuturnya.
RSUD Cilegon saat ini memiliki 20 poli untuk mendukung pelayanan rawat jalan. Layanan tersebut meliputi Poli Mata, Poli Gigi, Poli Akupuntur, Poli Urologi, Poli Bedah Umum, Poli Anak, Poli THT, Poli Ortopedi, Poli Saraf, Poli Kulit, Poli Jiwa, Poli Obgyn, Poli Penyakit Dalam, Poli Paru, Poli Bedah Saraf, Poli Pemeriksaan VCT atau HIV, Poli Umum dan Poli Gizi.
Selain menyediakan sejumlah layanan spesialis, RSUD Cilegon juga memiliki fasilitas penunjang pada beberapa poli.
“Fasilitas kita sudah mendukung. Kita ada beberapa layanan unggulan yah, misalnya kita punya di Poli Jantung kita sudah punya echo, kemudian di Poli THT sudah punya audiometri, di Poli Paru kita punya spirometri kemudian di Poli Saraf kita punya EEG (Elektroensefalografi) alat untuk memeriksa saraf-saraf di kepala,” terangnya.
Untuk jadwal pendaftaran rawat jalan, RSUD Cilegon membuka layanan pada Senin hingga Kamis mulai pukul 07.30 sampai 11.00 WIB. Khusus Jumat, pendaftaran dibuka mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB.
Rose menjelaskan, jadwal pelayanan poli tidak seluruhnya sama setiap hari. Beberapa poli memiliki jadwal dokter tertentu sehingga pasien perlu menyesuaikan waktu kedatangan dengan jadwal pelayanan dokter.
Sebagai contoh, Poli Urologi hanya membuka pelayanan pada Senin dan Rabu. Sementara pada hari tertentu, dokter dapat memiliki agenda lain seperti jadwal operasi.
RSUD Cilegon memiliki sekitar 55 dokter spesialis yang mendukung pelayanan di berbagai poli. Dengan jumlah pasien yang mencapai ratusan orang setiap hari, penyesuaian jadwal kedatangan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pasien sebelum datang berobat.
“Kalau pakai MJKN kan kita sudah ada jadwal dari dokternya. Misal doker A ada di jadwal jam 10 atau jam 12, pasien akan menyesuaikan,” katanya.
Dengan memanfaatkan pendaftaran melalui MJKN bagi peserta BPJS maupun layanan online bagi pasien umum, masyarakat dapat mengetahui jadwal pelayanan terlebih dahulu sebelum datang ke RSUD Cilegon. Sementara pasien yang memiliki keterbatasan akses terhadap perangkat dapat menggunakan layanan pendaftaran onsite. (luq)







